Our Happines

Author :           Eza ^^

Main cast :       Kim Jae Rin  as reader
Choi Siwon Super Junior

Other Cast :     Park Jung Soo a.k.a Leeteuk Super Junior

Jung Kristal a.k.a Kristal Fx

Lainnya temuin sendiri ya

Genre:             tentuin sendiri

Jae Rin POV

Tak terasa musim semi telah berlalu, kini datang musim dingin yang menyebalkan bagiku. Ya, musim dingin selalu menyebalkan bagiku, karena musim dingin selalu membuat ku tidak bisa melakukan hal yang biasa aku lakukan di luar musim dingin. Ah ye, kenalkan aku Kim Jae Rin seorang mahasiswi tingkat akhir di Inha University. Di seluruh angakatan ku, aku adalah mahasiswi termuda yang lulus dari Inha university ini, karena di tahun ini aku baru menginjak usia 20 tahun. Selama kuliah aku hanya tinggal sendiri di sini karena eomma dan appa ku lebih memilih tinggal di Indonesia untuk mengurusi bisnis mereka. Aku memang bukanlah yeoja Korea, melainkan blasteran Indonesia Korea karena memang eomma ku adalah warga Negara Indonesia.

“annyeong Jae Rin eonni”

“annyeong Minna-ya. Mau cari kopi ye?”

“ani eonni, aku kemari ingin bertemu dengan mu”

“waeyo? Apa ada pelajaran yang tidak kau ketahui?”

“ne eonni, aku sangat tidak paham dengan yang diajarkan oleh Minho sangnim. Bisakah eonni membantu ku?”

“baiklah aku akan membantu mu, tapi jika aku sudah mendapatkan waktu istirahat ne”

“arra eonni, aku tunggu di meja biasa ne”

___

“Minna-ya, kalau kau menggunakan cara yang seperti itu maka kau tak akan bisa menemukan hasilnya. Lebih baik kau gunakan cara yang seperti ini”

Jam istirahat ini ku gunakan untuk mengajari Minna adikku, lebih tepatnya adik angkat ku. Aku bertemu dengan dia saat dirinya menangis sendirian di lorong rumah sakit setelah aku selesaikan memeriksakan penyakit musim dingin ku. Minna, yeoja yang sama dengan ku karena di dunia ini dia hanya tinggal sendiri karena eomma dan appanya meninggal akibat kecelakaan. Stelah kejadian itu eomma dan appa ku memutuskan untuk mengangkat Minna sebagai adikku, walau aku tahu sebenarnya dia memiliki oppa yang entah hilang kemana.

“yes, akhirnya aku berhasil memecahkan teka-teki yang berikan oleh Minho sangnim. Gomawo eonni”

“cheonma saeng. Minna-ya, ada yang ingin ku katakan padamu”

“apa itu eon?”

“3hari lagi aku akan kembali ke Indonesia. Kau tak apakan kalau aku tinggal sendiri?”

“berapa lama kau akan berada disana eon?”

“mungkin akan sebulan, bahkan bisa lbih jika appa meminta ku untuk membantunya di perusahaan”

“jadi eonni akan pulang saat musim dingin ini?”

“ne, kau tau kan kalau aku tidak betah dengan suhu dingin yang berlebihan seperti saat musim dingin. Lebih baik aku kembali ke Indonesia dari pada harus merepotkan mu disini”

“arraseo eonni, tapi eonni harus janji pada ku”

“apa itu?”

“selama di Indonesia jangan lupa memberi ku kabar ne. Kalau aku mengirim email pada mu harus eonni balas”

“ne saeng. Sepertinya jam kerja ku habis, bagaimana kalau sekarang kita pulang?”

“kajja kita pulang. Tapi apa eon mau pulang dengan baju super ketat seperti itu?”

“ah ne aku lupa, kalau begitu kau tunggu di mobil ne. Aku ganti baju dulu”

“ne eonn”

Jae Rin POV end

Author POV

Yeoja itu benar-benar manis, di umurnya yang masih sangat muda sudah lulus dan meraih gelar sarjana. Yeoja ini benar-benar berbeda dengan yeoja lainnya yang selama ini ku kenal, yeoja ini tidak memiliki paras seperti yeoja Korea lainnya dia memiliki paras wajah seorang wanita Asia benar-benar cantik.

“Woonie-ya. Apa yang sedang kau fikirkan? Apa kau memikirkan teman sekelas mu itu, siapa namanya?”

“maksud hyung Kim Jae Rin. Siapa juga yang memikirkan yeoja pendiam seperti dia, hyung kan juga sudah tau kalau aku punya yeojachingu”

“Kim Jae Rin?”

“hyung mengenalnya?”

“ani. Sudahlah kajja kita pulang, aku masih harus mengurus sesuatu”

“kajja hyung”

Author POV end

Siwon POV

Sore yang indah. Lebih baik aku jalan-jalan menghabiskan sore yang indah di taman dari pada di sini malah nanti aku mengganggu Leeteuk hyung.

“hyung, aku pergi dulu ne”

“mau kemana kau Woonie-ya?”

“mau ke taman hyung, mencari udara segar”

“cepatlah kembali”

“ne hyung”

Jalan-jalan di taman seperti ini ternyata menyenangkan sekali. Tapi tumben taman ini terlihat sepi sekali, tidak seperti biasanya. Ternyata lelah juga mengelilingi taman ini, walaupun sepi ternyata tempat duduk di taman ini cukup ramai juga ya.

“boleh aku duduk disini agashi?”

“nde, silahkan”

“gomawo”

Eh, tunggu dulu bukankah ini Kim Jae Rin yang lulus di usia mudanya?

“apa aku pernah mengenalmu tuan. Sepertinya aku pernah melihat mu”

“aku kan teman sekelas mu nona Kim Jae Rin. Apa kau tak mengenalku?”

“ah, mianhamnida aku tak begitu kenal dengan teman-teman dikelas. Apa kau sedang jalan-jalan di sini tuan….”

“Choi Siwon. Nde, aku sedang menikmati indah sore ini dengan jalan-jalan. Apa kau sedang menunggu seseorang?”

“ani Siwon-ssi, aku hanya ingin duduk-duduk di taman ini saja sebelum musim dingin tiba”

“mian, jika aku lancang. Apa kau bukan orang Korea?”

“aku orang Korea, hanya saja aku tidak memiliki wajah seperti yeoja Korea”

“kalau boleh tau memangnya kenapa? Apa kau melakukan operasi plastic agar terlihat seperti wajah orang Asia?”

“ani, aku tidak akan melakukan hal itu hanya karena ingin merubah penampilan ku”

“lalu apa?”

“karena eomma ku orang Indonesia sedangkan appa ku adalah orang Korea, jadilah aku seperti ini”

“ah arra. Setelah lulus ini kau mau kemana Rin-ah?”

“aku ingin membantu pekerjaan appa di Indonesia. Kalau kau Siwon-ssi?”

“jadi kau mau kembali ke Indonesia? Entahlah, mungkin aku akan bekerja di perusahaan milik mendiang appa ku”

“nde, 3hari lagi aku sudah kembali ke Indonesia. Mianhae, aku tidak tau kalau appa mu sudah meninggal”

“gwaenchana, lagian eomma dan appa ku juga sudah pergi lama”

“sudah berapa lama?”

“sudah hampir 3th ini eomma dan appa ku meninggal akibat kecelakaan. Selama itu aku hanya hidup sendiri, walaupun ada halgaemoni ku. Tapi semenjak kematian orang tua ku, aku tinggal sendiri di apartemen bersama teman ku”

“apa kau hanya anak tunggal?”

“ani, aku punya yeodongsaeng, tapi aku dan adik ku sudah terpisah lama. Dan aku tidak tau dimana keberadaan adikku. Kalau kau sendiri bagaimana?”

“bagaimana apanya Siwon-ssi?”

“tentang kehidupan mu. Ah ya, jangan panggil aku seperti itu panggil aku oppa. Itu terlalu formal untukku”

“nde. Ah oppa, mian aku harus segera pergi ke bandara. Sampai jumpa lagi oppa, annyeong”

“nde. Annyeong”

Benar-benar yeoja yang sangat menganggum kan. Andai saja aku belum memiliki yeojachingu, pasti dia sudah ku jadikan yeojachingu ku. Ah, pasti suatu saat aku akan memilikinya.

Siwon POV end

Jae Rin POV

“Yoboseo”

“………..”

“nde eomma. 3hari lagi aku akan kembali”

“…………”

“ani, aku hanya sendiri. Minna tidak ikut karena dia ada kegiatan lain”

“………….”

“eomma kan tau kalau aku tak betah dengan musim dingin di Korea”

“…………”

“arraseo eomma. Kemungkinan aku akan berangkat dari sini pukul 7”

“………….”

“nde. Annyeong eomma”

Akhirnya selesai juga urusan ku di sini. Lebih baik aku segera kembali ke café untuk mengurus surat pengunduran diri ku.

From : Minna 

            Eonni, hari ini kau bawa mobil tidak. Kalau bawa bisa jemput aku tidak

            To : Minna

            Ne, tunggu saja di tempat biasa

            Lebih baik aku menjemput Minna dulu dari pada dia marah-marah jika aku telat menjemputnya. Kenapa aku jadi memikirkan namja tadi ya, aku merasa seperti sudah mengenalnya lama. Apakah ini yang dinamakan love at the first sight? Ku akui, namja itu memang benar-benar tampan tapi yang ku dengar dari teman-teman dia sudah punya kekasih.

__

“eonni, habis ini kau mau kemana?”

“aku mau ke café memberikan surat pengunduran diri lalu pulang dan segera paking. Waeyo?”

“aku ingin ke toko buku karena ada yang ingin ku beli disana. Eonni mau mengantar ku tidak?”

“baiklah, setelah dari café aku akan mengantarkan mu. Tapi jangan terlalu lama ne, masih ada yang harus aku urus”

“memang apa lagi eon?”

“aku masih harus mengurus surat-surat ijazah dikampus, lalu mengurus visa”

“kan masih ada waktu eon”

“kalau mengurus ijazah memang bisa besok saja, tapi kalau visa?”

“benar juga sih, baiklah habis dari café lalu ke toko buku, lalu mengurus visa eon. Aku akan menemani eonni”

“ne. Minna, apa kau percaya pada cinta pada pandang pertama?”

“percaya tidak percaya eon. Memangnya kenapa? Apakah eonni sedang menyukai seorang namja, siapa dia eon? Apa Taemin oppa?”

“entahlah, mungkin bisa dikatakan seperti itu. Bukan pada Taemin, aku hanya menanggapnya sebagai adik tidak lebih”

“lalu siapa eon?”

“nanti juga kau akan tahu, sudahlah cepat turun”

“ne eon”

__

“bos, bisa saya masuk?”

“masuklah. Kenapa Rin-ah?”

“saya hanya ingin menyerahkan surat pengunduran diri bos?”

“kenapa secepat ini? Apa kau sudah tidak betah kerja disini?”

“bukan itu bos, tapi 3hari lagi saya harus kembali ke Indonesia dan membantu perusahaan appa”

“sampai kapan Rin-ah?”

“saya tidak tahu bos, makanya itu saya mengundurkan diri. Kalau saya mengajukan cuti tidak akan mungkin”

“ah baiklah, tapi jika kau kembali kemari dan ingin pekerjaan ini aku akan selalu menerima mu”

“kamsahamnida bos. Baiklah saya pamit bos”

“ne”

___

“noona, ku dengar dari Minna kalau kau akan pindah ke Indonesia? Apa benar?”

“ne Taemin-ah, aku harus kembali ke Indonesia dan membantu perusahaan appa ku disana. Lagian kuliah ku disini juga sudah selesai”

“sampai kapan noona di Indonesia?”

“mungkin sebulan, atau bahkan lebih jika appa ku yang meminta ku”

“kenapa tidak di perusahaan yang di sini sih noona?”

“aku tidak bisa langsung mengurus perusahaan yang disini Taemin-ah, aku masih harus banyak belajar”

“tapi noona jangan lupa mengabari kami ne”

“ne. Ahra eonni, aku titipkan Minna pada mu ne”

“tenang saja Rin-ah, aku pasti akan menjaga Minna dengan baik”

“gomawo eonni, mian merepotkan mu”

“cheonma Rin-ah. Kapan kau berangkat?”

“3hari lagi eon, masih banyak yang harus aku urus disini”

“eonni, kajja kita pergi keburu nanti tidak sempat”

“ah ne. semuanya aku pamit ne annyeong”

Jae Rin POV end

Author POV

“chagi, kenapa harus seperti ini. Kau tau kalau aku tidak bisa hidup tanpamu”

“mianhae oppa, tapi aku harus melakukan ini. Aku tidak mau dianggap anak durhaka oleh orang tua ku. Jeongmal mianhae oppa”

“chagi tunggu. Siapa namja yang akan dijodohkan dengan mu?”

“mianhae oppa, aku tidak bisa memberitahukan mu. Aku pergi oppa”

“chagi chakkaman”

___

“Minna, eonni tunggu di restoran depan ne”

“ne eonni”

“annyeong Jae Rin”

“annyeong Siwon oppa”

“sedang apa kau disini? Bukankah tadi kau pergi ke bandara?”

“aku sedang menunggu adikku. Oppa sendiri sedang apa disini, bukankah tadi masih ada di taman?”

“aku kemari setelah berpisah dengan yeojachingu ku”

“ah mianhae oppa, aku tidak tahu jika kau habis berpisah dengan yeojachingu mu”

“nan gwaenchana”

“eonni, kajja kita pulang. Buku yang aku cari ternyata sudah habis”

“lalu bagaimana, besok kan eonni tidak bisa menemanimu”

“biar nanti aku minta tolong pada Taemin oppa, oh ya eonni nugu?”

“kenalkan dia teman eonni Choi Siwon. Oppa kenalkan ini adikku Choi Minna”

“annyeong oppa, Choi Minna imnida”

“ah annyeong. Em, Rin-ah aku pamit dulu ne masih ada yang harus aku selesaikan”

“ne oppa”

Author POV end

Siwon POV

Choi Minna? Kenapa namanya mirip sekali dengan adikku yang hilang. Tapi jika itu memang benar adik dari Jae Rin kenapa marga mereka berdua berbeda, Jae Rin bermarga Kim sedangkan Minna bermargakan Choi. Atau jangan-jangan dia Minna adikku yang sudah hilang, sudahlah lebih baik aku kembali dan segera menemui halgaemoni.

___

“aku pulang hyung”

“kau sudah pulang Woonie-ah. Tadi ada yang mencari mu kemari”

“nugu hyung? Lalu untuk apa koper-koper itu berada di luar?”

“halmaeoni tadi yang mencari mu. aku harus segera berangkat ke Indonesia Woonie-ah”

“untuk apa hyung pergi kesana, bukankah hyung sudah mendapatkan pekerjaan disini?”

“eomma menyuruhku pulang karena ada beberapa masalah diperusahaan yang harus segera diselesaikan”

“lalu bagaimana dengan pekerjaan mu hyung? Bukankah kau sudah diterima diperusahaan milik Cho grup?”

“terpaksa harus ku tinggalkan. Bagaimana pun juga perusahaan itu milik keluarga ku sudah seharusnya aku mulai menggantikan posisi appa”

“lalu bagaimana dengan Sora noona?”

“kami sudah berpisah sejak 4bulan yang lalu Woonie-ah, sudahlah lebih cepat kau hubungi halmaeoni mu itu”

“ne hyung”

Tumben sekali halmaeoni mencari ku sampai kemari, kalau bukan karena hal penting pasti beliau tidak akan kesini hanya untuk mencari ku.

“tunggu apalagi, cepat hubungi halmaeoni mu itu”

“ne hyung”

___

“yoboseo, halmaeoni”

“…………………..”

“ne ini aku. Kata Teuki hyung, tadi halmaeoni kemari mencari ku ada apa?”

“…………………”

“jinjja”

“…………………”

“ne halmaeoni. Aku akan segera menemui yeoja itu dan segera membawa kembali dongsaeng ku”

“……………………”

“annyeong”

Akhirnya, setelah bertahun-tahun aku mencarinya aku berhasil menemukan harta ku keluarga ku satu-satunya yang aku miliki setelah kepergian eomma dan appa. Jadi benar jika Minna adalah adikku.

“Woonie-ah, waeo?”

“hyung, setelah sekian lama aku mencarinya, akhirnya aku menemukannya hyung”

“nugu?”

“yeodongsaeng ku”

“dongsaeng mu yang hilang setelah kecelakaan yang menimpa ahjumma dan ahjussi”

“ne hyung. Hyung, kau mau menemaniku untuk menemui dongsaeng ku?”

“apa kau tau dimana letaknya”

“halmaeoni sudah memberitahu ku dimana rumah yeodongsaeng ku dirawat. Kajja hyung”

“ne kajja”

Siwon POV end

Jae Rin POV

“Minna, kau kenapa?”

“ani eonni, aku hanya merasa seperti sudah mengenal Siwon oppa lama sekali”

“apa dia oppa mu yang hilang setelah kecelakaan itu?”

“aku tidak tahu eonni. Karena pada saat kecelakaan itu, oppa ku tidak ikut dia sedang bersama halmaeoni. Halmaeoni pun juga tidak tahu jika eomma dan appa sudah meninggal, halmaeoni tau setelah 2tahun kepergian eomma dan appa dan juga aku”

“tadi ada seorang halmaeoni yang menanyakan tentang mu saat eonni dicafe, apa dia halmaeoni mu?”

Tok Tok

“nugu”

“Minna, tunggu disini ne. eonni mau buka pintu dulu”

“ne eonni”

Malam-malam begini siapa yang bertamu, bukankah ini sudah lewat jam bertamu.

“Siwon oppa”

“Jae Rin? Jadi ini rumah mu?”

“ne ini memang rumah ku, oppa tau dari mana kalau aku tinggal disini?”

“tadi halmaeoni ku bertemu dengan seorang yeoja di café lalu memberi kan ku alamat rumah ini”

“lebih baik oppa masuk dulu”

Halmaeoni? Yeoja? Bukankan tadi saat di café aku juga bertemu dengan seorang halmaeoni, dan memberi kan alamat rumah ku padanya. Atau jangan-jangan halmaeoni dan Siwon oppa adalah keluarga Minna?

“eonni, nugu? Siwon oppa, ah kalian ingin berkencan ya?”

“Minna duduklah. Oppa bisa jelaskan, apa maksud kedatangan mu? dan maksud perkataan mu jika kau tau alamat ini dari seorang halmaeoni”

“aku datang kemari karena halmaeoni ku tadi siang tidak sengaja bertemu dengan yeoja yang sempat bertemu dirumah sakit 3th yang lalu. Dan halmaeoni memberikan alamat yeoja itu kepada ku, beliau bilang jika yeoja itu sudah merawat adikku yang hilang 6th yang lalu”

“6th ya

ng lalu, bukankah itu kejadian kecelakaan yang menyebabkan eomma dan appa meninggal? Dan halmaeoni yang bertemu dengan eonni 3th yang lalu itu?”

3th yang lalu? Aku memang sempat bertemu dengan seorang nenek-nenek yang sedang mencari cucunya, tapi apa yang dimaksud nenek-nenek itu adalah Minna? Saat itu kan aku tidak datang sendiri

Flasback

3th yang lalu

            “nona, apakah anda pernah bertemu dengan yeoja ini?”

            “ani halmaeoni”

            “ah ne, gomawo”

            Sepertinya nenek itu sedang mencari seseorang. Tapi kenapa mencarinya dirumah sakit, kenapa tidak di kantor polisi saja.

            “mianhae halmaeoni, apa anda sedang mencari seseorang?”

            “ne nona, apa kau pernah melihat yeoja ini sebelumnya?”

            “bisa ku lihat fotonya”

            Sepertinya aku mengenal yeoja ini, tapi dimana ya. Tunggu bukankah ini Minna, tapi apa hubungan nenek ini dengan Minna?

            “mianhae, tapi sepertinya aku tidak melihat yeoja ini”

            “harus ku cari kemana lagi cucuku ini. Minnie, kau dimana nak. Apa kau ikut pergi bersama eomma dan appa mu ke surga ?”

            “mian halmaeoni, kalau boleh tau siapa yeoja ini?”

            “ini cucuku, dia hilang 3th yang lalu saat kecelakaan menimpa eomma dan appanya. Aku baru mengetahui kecelakaan itu setelah 2th anakku dan menantuku tidak kunjung pulang”

            “tapi kejadian 3th yang lalu itu sudah lama sekali halmaeoni, bahkan saat 3th yang lalu banyak sekali keluarga yang mengalami kecelakaan. Tapi jika aku menemukan yeoja ini aku akan segera menghubungi mu halmaeoni”

            “kamsahamnida nona. Ini alamat rumah ku, jika kau menemukan cucu ku datang saja kemari”

            “ne halmaeoni”

Flashback Off

            “kenapa kau tidak segera mengatakan pada halmaeoni ku jika kau bertemu dengan adikku?”

“saat kejadian 6th yang lalu banyak sekali terjadi kecelakaan. Dan halmaeoni mu itu tidak memberi tahukan nama yeoja itu. Sejak pertemuan itu, aku meyakinkan diriku jika yeoja yang dicari halmaeoni mu itu memang Minna. 3hari setelah aku bertemu dengan halmaeoni aku pergi kerumah halmaeoni mu yang lama tapi terlambat, orang yang disana mengatakan kalau halmaeoni mu itu pindah”

“lalu kenapa kau tidak berusaha mencari kemana kami pindah?”

“jangan pernah kau salah kan Jae Rin eonni. Semenjak kejadian itu eonni terus mencari keberadaan halmaeoni. 6th eonni mencari keberadaan halmaeoni, tapi eonni tak kunjung juga menemukan halmaeoni. Selama 6 th eonni mencari ke seluruh Korea tapi tidak menemukan dimana halmaeoni tinggal. Selama itu pula eonni menahan rasa sakitnya jika saat musim dingin datang hanya demi mempertemukan ku dengan halmaeoni. Tapi hasilnya nihil, dan itu membuat penyakit eonni semakin memburuk, semenjak itu aku berhenti mencari keberadaan halmaeoni dan merawat kondisi eonni yang parah. Tapi apa yang sekarang aku dapat, dimana saat kalian menemukan ku kalian malah menyalahkan Jae Rin eonni yang selama 6 th merawat dan membesarkan ku. Lebih baik sekarang oppa keluar dari rumah ku”

“Minna, sudahlah tidak perlu membentak mereka. Ini semua salah eonni karena tidak segera mencari keberadaan keluarga mu”

“ani eonni. Eonni tidak salah sama sekali, selama ini eonni menahan rasa sakit saat mencari halmaeoni demi aku hingga harus berulang kali masuk rumah sakit. Ini semua salah mereka karena saat kecelakaan itu terjadi mereka tidak ada niatan sama sekali untuk mengetahui dan mencari keberadaan ku, bahkan mereka tau kalau eomma dan appa meninggal setelah 2 th kematian eomma dan appa. Lebih baik sekarang oppa keluar dari rumah ku”

“Minna”

“eonni”

“Jae Rin”

___

Aku dimana ini, kenapa semua ruangan berwarna putih. Bukankah tadi aku masih ada di ruang tamu, kenapa sekarang aku bisa disini?

“Minna, aku ada dimana?”

“eonni sudah sadar? Eonni ada di rumah sakit, penyakit eonni kembali kambuh”

“kambuh, bukankah ini belum masuk musim dingin?”

“ini sudah memasuki musim dingin eonni, semalam salju pertama sudah turun. Dan tiba-tiba eonni pingsan”

“lalu bagaimana dengan Siwon oppa dan temannya?”

“mereka ada diluar. Eonni, aku menemui dokter dulu ne. istirahatlah”

“ne”

Jae Rin POV end

Author POV

“Minna-ssi bagaimana keadaan Jae Rin-ssi?”

“keadaan Jae Rin eonni masih lemah, tapi dia sudah sadar. Leeteuk oppa, aku titip eonni dulu ne. aku harus menemui uisa”

“ne”

__

“uisa bagaimana keadaan Jae Rin eonni?”

“penyakitnya semakin lama akan semakin parah, jika tidak segera disembuhkan maka kemungkinan dia hidup akan semakin tipis”

“kalau boleh tau sebenarnya Jae Rin eonni mengidap penyakit apa uisa, kenapa setiap musim dingin tiba tubuh eonni langsung lemas?”

“kanker otak stadium 3”

“lalu apa hubungan penyakit ini dengan musim dingin?”

“kekebalan tubuhnya akan melemah jika dia bersentuhan dengan keadaan dingin. Dan dari rekomendasi dokter Indonesia yang pernah merawatnya nona Jae Rin memiliki alergi pada dingin, maka dari itu jika musim dingin tiba atau saat suhu sedang dingin kondisi tubuhnya akan melemah dan itu membuat kankernya meluas”

“lalu bagaimana caranya agar eonni sembuh uisa?”

“sampai saat ini masih belum diketahui cara pengobatannya, tapi akan kami usahakan untuk kesembuhannya”

“baiklah uisa, saya permisi dulu. Annyeong”

___

“Minna, apa kata uisa?”

“Leeteuk oppa, bisa kau tinggalkan aku dan Jae Rin eonni disini?”

“baiklah”

Author POV end

Siwon POV

“hyung, bagaimana keadaan Jae Rin?”

“dia sudah sadar tapi kondisinya masih lemah. Siwon-ah, lebih baik kau jangan salahkan Jae Rin, dalam hal ini dia sudah berjuang keras melawan penyakitnya demi membantu Minna untuk bertemu dengan mu dan halmaeoni. Mungkin jika tidak ada Jae Rin mungkin adik mu itu sudah bersama eomma dan appa mu”

Yang dikatakan Leeteuk hyung benar adanya, betapa egoisnya aku jika tetap menyalahkan Jae Rin karena tidak segera menemui aku ataupun halmaeoni. Selama ini aku juga salah karena tidak segera mencari keadaan adikku dan keadaan eomma dan appa ku. Bahkan mungkin aku sudah dicap anak durhaka oleh eomma dan appa karena baru mengetahui kecelakaan itu setelah 2th kecelakaan itu terjadi. Halmaeoni juga tidak pernah menyalahkan Jae Rin, karena Jae Rin juga lah aku masih bisa bertemu dengan Minna.

Flashback on

            “Wonnie-ah, jangan pernah kau salahkan Jae Rin. Bagaimana pun juga Jae Rin sudah berjasa menerima, merawat dan membesarkan Minna sampai Minna bertemu dengan mu. kalau kau mau menyalahkan seseorang, salahkan saja halmaeoni mu ini karena tidak membaritahukan alamt halmaeoni yang baru kepada Jae Rin. Lebih baik sekarang kau minta maaf pada Jae Rin”

            “ne halmaeoni. Kalau begitu sekarang aku pergi. Annyeong”

Flashback off

“eonni, semakin lama penyakit eonni semakin parah. Jika tidak segera disembuhkan maka kemungkinan hidup eonni akan semakin tipis. Aku kan sudah pernah katakan pada eonni untuk segera mengangkat kanker itu dari pada eonni harus menderita”

“aku akan melakukannya, tapi tidak disini. Aku akan melakukannya di Indonesia, itu sebabnya aku memilih kembali ke Indonesia karena aku tahu kalau semakin lama penyakit ini semakin menggerogoti tubuh eonni”

Kanker? Jadi selama ini Jae Rin mengidap kanker dan berjuang melawan penyakit itu demi mempertemukan aku dan Minna. Astaga, sejahat itukah aku jika aku tetap menyalah Jae Rin.

“oppa, mau apa kau kemari”

“Minna, mianhae. Aku tidak bermaksud untuk tidak mencari mu selama ini, tapi aku sama sekali tidak mengetahui keberadaan mu. Jeongmal mianhae Minna, aku tahu aku bukanlah oppa yang baik untuk mu. Apa yang harus aku lakukan untuk menebus semua kesalahan ku Minna”

“Minna, eonni tidak pernah mengajari mu untuk dendam kepada siapapun kan, apapun kesalahan seseorang sebesar apapun kesalahan tersebut kau harus memafkannya. Bagaimana pun juga dia itu oppa mu, oppa yang selama ini kau cari. Kau merindukannya kan, maafkan lah dia”

“aku juga ingin minta maaf padamu Jae Rin-ah, karena sudah menyalahkan mu tanpa melihat sisi lainnya. Jeongmal mainhae Jae Rin-ah”

“aku sudah memafkan mu oppa. Tanpa perlu kau minta maaf pun aku sudah memafkan mu”

“gomawo Rin-ah”

“aku memafkan mu oppa”

“gomawo Minna-ya. Jeongmal gomawo, oppa janji kali ini oppa akan menjaga mu dan tak akan terulang seperti kejadian 6th yang lalu”

“janji”

“ne oppa janji pada mu, sebagai saksinya Jae Rin”

“baiklah, tapi oppa aku tetap boleh menganggap Jae Rin sebagai eonni ku kan?”

“tentu saja, karena tanpa nya aku tidak akan bertemu dengan mu Minna-ya”

“gomawo oppa”

Siwon POV end

Leeteuk POV

Aku penasaran dengan yeoja bernama Jae Rin itu, apa dia yeoja yang dulu pernah membuat hati ku kalang kabut karena kepindahannya. Apa dia sahabat kecil ku yang menghilang dan pindah ke Negara lain? Apa dia si gadis kelinci itu. Aku harus segera mencari tahu masalah ini, aku tidak ingin kehilangan yeoja itu lagi.

No other Reff

            “yeoboseo”

            “………..”

            “malam ini aku berangkat eomma”

            “……….”

            “ne eomma”

Hah lebih baik aku segera kembali ke apartemen dan segera berangkat ke Indonesia.

“Wonnie-ah, aku pulang duluan ne. aku masih harus beres-beres”

“pesawat jam berapa hyung?”

“jam 8, agar aku tidak terlalu malam sampai di Indonesianya”

“apa perlu ku antar hyung?”

“ani, aku bisa berangkat dengan taksi nanti. Kau jagalah Jae Rin dan adikmu itu. Aku pamit annyeong”

“hati-hati hyung”

Leeteuk POV end

Jae Rin POV

Indonesia? Namja yang bernama Leeteuk itu juga akan ke Indonesia?

“Oppa, tadi itu siapa?”

“ah dia Park Jung Soo tapi aku lebih sering memanggilnya Leeteuk, dia adalah sunbae ku di masa sekolah. Selama kuliah, aku tinggal bersamanya”

Park Jung Soo? Apa dia Jung Soo ku yang dulu? Apa dia si malaikat tanpa sayap yang pernah menolong ku saat kanak-kanak

“Siwon oppa, kenapa dia pergi ke Indonesia?”

“dia harus membantu eommanya yang ada di Indonesia mengurus perusahaan yang ditinggalkan oleh appanya”

“apa orang tuanya orang Indonesia?”

“setahu ku appa dari Leeteuk hyung adalah orang keturunan Indonesia-Korea, ya seperti mu Rin-ah”

“jadi bukan orang Indonesia asli?”

“setahu ku Youngmin ahjussi bukan Indonesia asli, hanya harrabojinya Leeteuk hyung yang dari Indonesia”

Youngmin ahjussi? Sepertinya aku familiar dengan nama ini, tapi Youngmin ahjussi kan sudah meninggal 4tahun yang lalu.

“sejak 4tahun yang lalu Leeteuk hyung sudah harus kehilangan appanya karena sakit yang diderita Youngmin ahjussi”

“eonni, kenapa dengan mu? sepertinya begitu terkejut mendengar cerita Siwon oppa tentang Leeteuk oppa?”

“gwaenchana. Hanya saja cerita tentang Leeteuk oppa itu sama dengan kejadian  4tahun yang lalu”

“memangnya ada apa eonni dengan kejadian 4tahun yang lalu?”

“ah ani. Aku lelah, ingin istirahat”

“baiklah kalau begitu eonni istirahat saja. Biar aku yang meminta surat rekomendasi dari uisa”

“ne”

Apa dia benar-benar si malaikat tanpa sayap. Tapi saat Youngmin ahjussi meninggal dia kan ada di Korea dan tidak kembali ke Indonesia. Ah mengingatnya membuat kepala ku sakit. Sudahlah biar ku cari tahu sendiri sesampainya aku di Indonesia.

Jae Rin POV end

Author POV

Keeseokan harinya

“eonni, benar kau mau pulang saja”

“ne Minna-ya, besok kan aku sudah harus berangkat ke Indonesia. Lagian uisa juga sudah memberitahukan eomma ku dan sudah ada surat rekomendasi juga”

“tapi aku khawatir dengn kondisi eonni. Musim dingin kali ini benar-benar akan sangat dingin”

“kan taun ini tidak akan merasakan musim dingin. Jadi aku bisa fokus ke pekerjaan dan kesehatan ku. Kau tidak perlu cemas, di sana kan ada eomma ku juga. Sekarang lebih baik kau jaga oppa mu ini”

“ne eonni”

“baiklah kajja kita pulang”

“kajja”

___

“eonni istirahat saja dikamar, biar aku nyalakan penghangat ruangan dan selimut elektriknya”

“Minna, lebih baik kau siapkan bubur saja untuk eonni mu. biar aku yang membawanya ke kamar”

“baiklah, tapi awas kalau oppa macam-macam dengan Jae Rin eonni”

“ne”

“dimana kamar mu?”

“didekat ruang tv oppa”

“sanggup berjalan?”

“oppa, lebih baik kau gendong Jae Rin eonni. Jika musim dingin datang dia akan susah untuk berjalan”

“baiklah”

___

“bagaimana, sudah cukup hangat”

“ini sudah cukup”

“lebih baik kau istirahat saja. Aku akan temani kau disini”

“ne oppa”

“eonni, ini buburnya sudah jadi”

“sssttt, eonni mu sudah tidur. Lebih baik kita keluar, ada yang ingin ku bicarakan dengan mu”

“tapi bagaimana dengan buburnya oppa?”

“nanti kan bisa dipanaskan lagi. Biarkan eonni mu itu istirahat”

“ne oppa”

Author POV end

Siwon POV

“apa yang ingin oppa bicarakan?”

“sejak kapan Jae Rin mengidap kanker?”

“sejak 6 th yang lalu, saat eomma dan appa mengalami kecelakaan”

“lalu bagaimana kau bisa tau?”

“eonni sendiri yang cerita pada ku, setahun setelah kematian eomma dan appa. Aku kasian pada eonni, hidup sendiri di Korea dengan penyakit itu”

“lalu bagaimana kau bisa berkenalan dengan eomma dan appanya Jae Rin”

“saat itu, eomma dan appa datang ke rumah Jae Rin eonni. Lalu Jae Rin eonni menceritakan semuanya pada eomma dan appa, karena hal itulah eomma dan appa mengangkat ku menjadi anak mereka dan menjadikan aku saudara Jae Rin eonni. Aku juga pernah tinggal selama 1,5th di Indonesia menemani eonni kemoterapi. Setelah dinyatakan sembuh, eonni dan aku kembali ke Korea untuk mencari oppa dan halmaeoni. Tapi saat kembali ke Korea kondisi Jae Rin eonni kembali memburuk. Setelah aku membawa Jae Rin eonni ke rumah sakit, pihak rumah sakit mengatakan kalau kanker itu kembali hidup di otak eonni dan sejak itu kondisi eonni semakin hari semakin memburuk apalagi jika musim dingin tiba kondisi eonni akan semakin memburuk dia hanya bisa berbaring di tempat tidurnya tanpa bisa melakukan apapun”

Separah itu kan penyakit mu Rin-ah. Dengan penyakitmu yang seperti itu kau tetap memaksakan untuk membantu Minna mencari ku dan halmaeoni?

“tidak hanya itu saja oppa”

“maksud mu?”

“selama ini eonni jarang memiliki teman. Eonni selalu saja menyendiri, baru 3th belakangan ini eonni kembali menjadi eonni yang dulu yang ceria”

“apa yang membuatnya kembali ceria?”

“kondisi eonni saat tau jika eonni memiliki penyakit ini benar-benar sangat mengkhawatirkan, beberapa kali eonni harus keluar masuk rumah sakit tapi demi aku dia tidak berhenti dan terus mencari. Tapi 3th yang lalu saat eonni bekerja di café depan kampus INHA kehidupan eonni berubah, eonni kembali menjadi sosok yeoja yang ceria karena teman-temannya yang selalu mendukung eonni”

“siapa mereka?”

“Ahra eonni dan Taemin oppa. Mereka berdualah penyemangat hidup eonni, jika eonni sakit, aku dan Taemin oppa yang pergi mencari alamat halmaeoni dan Ahra eonni yang menjaga Jae Rin eonni. Mereka berdua sudah seperti keluarga bagi ku dan Jae Rin eonni, walaupun aku tidak bisa menemukan oppa dan halmaeoni lagi, aku sudah cukup bahagia memiliki keluarga seperti eomma appa Kim, Jae Rin eonni, Ahra eonni dan Taemin oppa. Tapi sekarang  kehadiran oppa dan halmaeoni membuat ku semakin bahagia karena memiliki keluarga yang utuh”

“baiklah aku akan tetap menginjinkan mu menganggap mereka keluarga mu terutama orang tua Jae Rin, kau boleh menganggap mereka eomma dan appa mu. Apapun yang membuat mu bahagia, oppa juga akan ikut bahagia”

“gomawo oppa”

Tak ku sangka sekian lama berpisah, hidup adikku tidak semenderita yang aku bayangkan. Banyak orang yang menyayanginya dan memberikannya limpahan kasih sayang terutama kasih sayang orang tua. Walaupun eomma dan appa sudah meninggal, tapi Minna masih bisa mendapatkan kasih sayang dari eomma dan appa Jae Rin. Gomawo Rin-ah, karena mu aku bisa melihat kebahagian untuk adikku, jeongmal gomawo.

Dert dert

            From : Teuki hyung

            Wonnie-ah, bagaimana keadaan Kim Jae Rin? Dan bagaimana keadaan mu dan yeodongsaeng mu itu?

            To : Teuki hyung

            Keadaan kami baik-baik saja hyung, bahkan Jae Rin kini sudah dirawat dirumah. Bagaimana keadaan hyung sendiri, apakah sudah sampai?

            From : Teuki hyung

            Syukurlah kalau keadaan kalian baik-baik saja. Keadaan ku sendiri kurang baik, mungkin aku kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh. Ya sudah, aku istirahat dulu ne jaga kesehatan mu baik-baik selama aku pergi.

            To : Teuki hyung

            Istirahatlah hyung. Ne hyung, aku akan jaga kesehatan ku baik-baik

Siwon POV end

Jae Rin POV

“eonni sudah bangun, bagaimana keadaan eonni?”

“sudah lebih baik dari pada di rumah sakit. Mana oppa mu?”

“oppa sedang menonton di ruang tengah eonni. Wae?”

“ani”

“eonni, kau benar besok akan tetap berangkat ke Indonesia?”

“ne Minna-ya, jika aku tetap disini maka kesehatan ku akan semakin memburuk. Lebih baik aku di Indonesia yang hangat, jadi pemulihan ku bisa lebih cepat”

Aku penasaran dengan namja bernama Leeteuk itu. Apa kah dia benar-benar malaikat ku yang dulu?

“eonni, eomma menelfon”

“sini berikan”

yoboseo eomma

“…………..”

ne eomma, besok aku akan berangkat pagi”

            “………..”

            “ani, aku tidak sendiri kok. Dokter Kim akan menemaniku besok, saat ini kondisi ku bisa dibilang belum stabil, makanya dokter Kim memaksa ikut”

            “………..”

            “arraseo eomma. Sesampainya di Jakarta aku akan melakukan medical chek up, jika hasilnya bagus maka aku akan langsung ke Bandung”

            “………..”

            “bersama dokter Kim. Dokter Kim akan mengawasi ku sampai operasi pengangkatan kanker ini, kalau disini masih tidak bisa maka aku akan diberangkatkan ke Kanada”

            “……….”

            “ne eomma. Baiklah, aku istirahat dulu ne. kepala ku pusing jika lama-lama duduk”

            “………”

            “annyeong eomma”

Eomma terlalu khawatir pada ku, kan sudah ada dokter Kim yang akan menemani ku pulang ke Jakarta kenapa masih minta harus ditemani dengan Lee ahjussi.

“kenapa eon?”

“biasa eomma, tidak bisa jika aku sakit pergi sendirian. Padahal kan kali ini aku pergi dengan dokter Kim”

“pasti eomma akan menelfon Lee ahjussi untuk menemani eonni kembali ke Indonesia”

“ne. padahal saat ini kan Lee ahjussi sedang ada di Jeju menemani appa”

“mwo? Appa di Korea eon?”

“nde, kemarin appa datang. Tapi tidak bisa ke Seoul, appa langsung pergi ke Jeju. Jika semua sudah beres appa akan langsung kembali ke Indonesia?”

“berapa hari appa disana eon?”

“mungkin hanya seminggu. Minna, bisa kau ambilkan ipad ku”

“ini eonn, apa eonni mau mendengarkan lagu”

“aku bosan dikamar terus Minna”

Siapa yang datang, bukankah Ahra eonni dan Taemin tidak tau kalau aku sedang sakit?

“Minna, ada yang mencari mu”

“nugu oppa”

“kau lihat saja. Biar Jae Rin aku yang jaga”

“ne oppa”

­____

“Jae Rin-ah”

“ne oppa?”

“kau percaya tidak pada cinta pandangan pertama?”

“percaya tidak percaya sih oppa. memangnya kenapa oppa?”

“mungkin aku sedang merasakan hal itu”

Apa Siwon oppa merasakan hal yang sama dengan ku. Kenapa tiba-tiba dia menanyakan tentang cinta pada pandang pertama, bukankah dia pernah mengalaminya.

“oppa merasakan kedua kalinya ya?”

“maksud mu?”

“lupakan saja, aku hanya bercanda”

Apa aku sudah jatuh cinta pada Siwon oppa, aku tak begitu yakin dengan perasaan ini. Apa rasa ini masih ada untuk malaikat ku. Aku bingung dengan perasaan ku sendiri. Aku harus segera kembali ke Indonesia dan memastikan segalanya, aku ingin memastikan perasaan ku. Apakah aku benar-benar mencintai Siwon atau hanya menganggapnya sebagai oppa ku.

“eonni, ada dokter Kim”

“suruh masuk saja”

“annyeong Rin-ah, bagaimana keadaan mu hari ini?”

“annyeong uisa. Keadaan ku hari ini sungguh sangat baik”

“baiklah kalau keadaan mu baik-baik saja. Untuk besok kita sudah bisa berangkat, eomma mu tadi menghubungi ku, beliau mengatakan kalau sesampainya kita di Indonesia kita harus segera berangkat ke Bandung”

“bukankah aku harus ke Jakarta dulu untuk memastikan kondisi ku? Kenapa tiba-tiba bisa menyuruhku langsung ke Bandung”

“itu sudah keputusan eomma mu. aku sebagai dokter mu hanya bisa melakukan yang terbaik untuk kesehatan dan kesembuhan mu. kalau begitu aku pamit dulu, aku masih ada kerjaan di rumah sakit. Ah ya, besok kita berangkat jam 7 saat cuaca belum begitu dingin”

“ne uisa”

Aish selalu saja eomma memaksakan kehendaknya. Bagaimana pun juga kan aku harus ke Jakarta terlebih dahulu baru kembali ke Bandung.

“sudahlah, lebih baik eonni turuti perrmintaan eomma. Eonni kan tahu sifat eomma jika sudah mengatakan satu hal”

“aish ne. Minna-ya, bagaimana dengan paspor visa dan semuanya?”

“eonni tenang saja, semuanya sudah beres. Taemin oppa sudah memberikannya pada ku. Eonni tinggal berangkat saja”

“gomawo Minna-ya”

“cheonma eon”

“baiklah, aku pamit dulu ne. Minna, jaga eonni mu baik-baik nanti malam aku akan datang lagi”

“ne oppa”

“Siwon oppa, gomawo untuk semuanya”

“ne”

_____

Paginya

@bandara incheon

“Minna-ya aku pamit dulu ne. jaga dirimu baik-baik, jika kau membutuhkan sesuatu datang saja ke café dan temui Ahra eonni, aku sudah memintanya untuk membantumu”

“ne. Eonni tak perlu mencemaskan ku, aku baik-baik saja. Lagian sekarang kan sudah ada Siwon oppa yang ikut menjaga ku”

“baiklah aku pamit ne”

“hati-hati eonni, jangan lupa mengabari ku jika sudah sampai”

“hati-hatilah Jae Rin-ah. Ah ya, jika kau bertemu dengan Leeteuk hyung sampai kan salam ku padanya”

“oppa ini bagaimana sih, Indonesia itu luas tidak seperti Seoul yang mudah bertemu dengan seseorang”

“haha, ya sudah aku berangkat. Annyeong”

Jae Rin POV end

Leeteuk POV

“eomma, aku pergi dulu annyeong”

“kau mau kemana Teuki, ini sudah larut lebih baik kau istirahat saja. Lagian ini juga bukan di Korea”

“tapi eomma, aku ingin pergi ke kebun teh itu dan memastikan sesuatu”

“eomma tau tapi tidak untuk malam ini aegi. Besok kau temani eomma menemui sahabat eomma”

“baiklah eomma”

Huh, lagi-lagi gagal. Kapan aku bisa pergi kesana dan memastikan semuanya. Aku ingin memastikan kalau Jae Rin itu benar Rin Rin ku yang dulu, sahabat kecilku. Tapi bagaimana aku bisa memastikannya kalau ke kebun teh saja sulit sekali.

“eomma, aku ingin tanya sesuatu”

“tanyakan saja”

“apakah keluarga Kim ahjussi masih tinggal di Korea?”

“ani, keluarga mereka sudah tinggal di Indonesia sejak halmaeoni meninggal. Tetapi anak mereka masih tinggal di Korea untuk menyelesaikan studinya, dan rencananya dia akan kembali ke Indonesia kalau tidak hari ini ya besok. Memangnya kenapa?”

“ani eomma. Hanya ingin menanyakan saja”

“besok kau akan bertemu dengan keluarga Kim dan mungkin juga anaknya”

No other reff

            “yoboseo”

            “……….”

            “wonnie-ah, bagaimana keadaan mu?”

            “……….”

            “entahlah, aku sendiri juga tidak tahu sampai kapan aku disini. Wae?”

            “……….”

            “jinjja, kau menyukai yeoja itu. Bukankah dia tidak masuk kedalam criteria super tinggi mu itu?”

            “………”

            “lalu kenapa kau tak mengatakannya. Kau akan menyesal nanti, bisa-bisa yeoja itu akan berpindah hati kepada namja lain”

            “………”

            “apa kau rela melepaskan yeoja itu dengan namja lain? Ku akui, namja disini lebih tampan dari pada di Korea kekekeke”

            “………”

            “jadi kau sudah dijodohkan dengan yeoja pilihan halmaeoni. Lalu kau mau melepaskannya begitu saja?”

            “……….”

            “terserah kau saja. Kalau saran ku, lebih baik ikuti kata hatimu. Jika perjodohan itu yang terbaik maka lakukanlah, tapi jika yeoja itu yang bisa membuatmu bahagia maka kejarlah kemana pun yeoja itu pergi”

            “…………..”

            “ne, sampaikan salam ku pada Minna”

            Wonnie-ah, ada-ada saja kau ini. Aku kan tidak mengenal yeoja itu, kenapa kau malah menyuruh ku untuk bersamanya. Tapi mungkin juga dia yeoja yang selama ini aku cari-cari, sahabat kecilku yang lama menghilang.

Leeteuk POV end

Author POV

1 minggu kemudian

@Seoul

“hyung, kau datang kemari mencari Minna?”

“ne Taemin-ah, kemana dia bukankah ini masih jam kerjanya?”

“Minna sedang pergi bersama Ahra noona berbelanja. Hyung tunggu saja, akan ku buatkan espresso untuk mu”

“gomawo Taemin-ah”

____

“oppa, kau menunggu lama ya. Mian, aku tadi belanja kebutuhan café terlebih dahulu”

“gwaenchana Minna, bagaimana kabar mu?”

“aku baik-baik saja oppa. Oppa ada apa kemari mencari ku?”

“halmaeoni ingin mengajak kita ke makam eomma dan appa. Bisa tidak?”

“ne. Oppa tunggu dulu ne, aku akan ganti pakaian”

Author POV end

Siwon POV

Sudah satu minggu sejak kepergian yeoja itu ke Indonesia. Aku merindukannya, apa benar kata Minna jika aku mencintai yeoja itu. Tapi apa yeoja itu juga mencintai ku.

“oppa”

“ne wae?”

“melamunkan Jae Rin eonni lagi? Apa oppa benar-benar jatuh cinta pada Jae Rin eonni?”

“entahlah Minna, tapi akhir-akhir ini aku semakin sering memikirkannya. Bagaimana kabarnya?”

“oppa benar-benar telah jatuh cinta pada Jae Rin eonni. Lalu bagaimana dengan Kristal eonni? Apa oppa mau menerima perjodohan yang di atur oleh halmaeoni?”

“entahlah Minna, aku sendiri juga tidak tahu harus bagaimana”

Ne, sejak seminggu kepergian Jae Rin ke Indonesia halmaeoni menjodohkan aku dengan cucu sahabatnya. Halmaeoni bilang, jika aku menikah dengan yeoja pilihan halmaeoni hidup ku akan bahagia. Tapi apa aku bisa bahagia jika yeoja yang dijodohkan dengan ku itu tidak mengenal ku sama sekali.

“Jae Rin eonni pernah bercerita padaku. Bahwa dia sedang merasakan love at the first sight, tapi aku tidak tahu eonni menyukai siapa karena eonni tidak pernah mengungkapkan identitas namja itu”

“dia juga merasakan love at the first sight?”

“ne oppa, tapi aku tidak tahu siapa namja yang beruntung itu”

Dia juga merasakan hal yang sama dengan ku, lalu kenapa dia tidak mengatakannya langsung pada ku. Apa dia masih ragu akan perasaannya pada ku. Baiklah aku akan menunggunya sampai dia kembali ke sini.

“oppa, aku merasa kalau kau benar-benar sudah jatuh cinta pada Jae Rin eonni”

“mungkin bisa dibilang seperti itu. Mungkin juga aku akan menunggu kepulangannya kemari”

“lalu bagaimana dengan perjodohan itu oppa?”

“kita liat saja nanti bagaimana perkembangannya. Aku akan menunggu sampai 3bulan, jika dalam waktu 3bulan dia tidak kembali maka aku harus menyetujui perjodohan yang halmaeoni buat”

“tapi kalau begitu oppa akan melakukan perjodohan tanpa dilandasi rasa cinta”

“cinta ku ini hanya untuk Jae Rin, kalaupun dia akan menikah dengan namja lain dan aku juga menikah dengan yeoja lain maka perasaan itu tidak akan pernah hilang”

Siwon POV end

@Indonesia

Jae Rin POV

Sudah seminggu aku tinggal di sini, tapi kenapa aku masih saja kepikiran dengan Siwon. Apa aku benar-benar telah jatuh cinta padanya. Tapi Minna bilang pada ku kalau Siwon sudah dijodhkan dengan yeoja pilihan halmaeoninya, lalu bagaimana dengan ku?

“Rin-ah, cepat turun. Eomma ingin mengenalkan mu dengan sahabat lama eomma”

“ne eomma”

“Park So Young, kenalkan ini anak perempuan ku satu-satunya Kim Jae Rin”

“annyeong ahjumma”

“ya ampun Kim Taeyoon, anakmu benar-benar cantik. Ah ya, kenalkan ini anak ku Park Jung Soo”

Park Jung Soo? Apakah dia Jung Soo sunbae dari Siwon oppa, jika benar dia Jung Soo yang itu maka tak salah lagi kalau dia adalah malaikat ku.

“annyeong Park Jung Soo imnida, ahjumma bisa memanggil ku Leeteuk”

“Leeteuk oppa”

“Jae Rin?”

“jadi kalian sudah saling kenal. Dengan begini akan semakin mudah untuk menjodohkan mereka benarkan Young-ah”

“ne benar itu Taeyoon-ah”

Perjodohan? Apa aku tidak salah dengar, di jodohkan dengan sunbae dari namja yang aku sukai.

“aku menolaknya. Aku tidak mau dijodohkan eomma, aku sudah memiliki orang yang ku cintai”

“apa-apaan ini, tidak bisa. Mau tidak mau kau akan tetap menikah dengan Leeteuk”

Bagaimana ini, bagaimana dengan Siwon. Aku tidak bisa jika harus menikah dengan namja yang sama sekali tidak ku cintai, memang benar dia adalah malaikat ku yang dulu tapi aku tidak menyimpan perasaan apapun pada namja ini.

“kau tidak menyetujui perjodohan ini karena kau mencintai namja lain Rin-ah?”

“ne, aku memang mencintai namja lain. Mianhae, aku tidak bisa jika bersanding dengan mu”

“aku tahu, kau mencintai Siwon kan”

“dari mana oppa tau jika aku mencintai Siwon?”

“Siwon pernah bercerita pada ku kalau dia menyukai yeoja yang menjadi eonni angkat Minna”

“aku memang mencintainya, tapi aku tidak yakin apa dia juga mencintai ku. Kabar yang ku dengar dia juga akan dijodohkan dengan yeoja pilihan halmaeoninya”

“sampai kapanpun aku akan menunggu mu Rin-ah, sampai kau benar-benar mau menerima ku, menerima perjodohan ini”

Mianhae Leeteuk oppa, kau memang malaikat ku yang dulu tapi hati ini sudah di isi oleh Siwon. Jika kau datang lebih dulu mungkin aku akan menerima mu sebagai kekasih ku.

No other reff

            “yoboseo”

            “……….”

            “Minna? Bagaimana keadaan mu?”

            “………….”

            “kabar ku baik-baik saja. Tumben menelfon, ada apa?”

            “…………”

            “jinjja?”

            “……………”

            “tapi aku tidak tahu kapan aku akan kembali ke sana. Mungkin tidak dalam waktu yang seperti diinginkan oleh oppa mu”

            “……………”

            “jika itu memang yang diminta olehnya, aku akan usahakan dalam waktu 3bulan aku akan kembali ke Korea”

            “…………..”

            “ne. annyeong”

Dia mau menunggu ku selama 3bulan, jika dalam waktu 3bulan aku tidak kembali dia akan menerima perjodohan itu.

“ada apa Rin-ah?”

“barusan Minna memberi ku kabar, jika dalam waktu 3bulan ini aku tidak kembali ke Korea maka Siwon akan menerima pejodohan itu, tapi jika 3bulan aku sudah ada di Korea maka aku akan hidup bersama Siwon”

“aku akan tetap menunggu sampai kapan pun Rin-ah”

Jae Rin POV end

3bulan kemudian

Siwon POV

Sudah 3bulan, tapi yeoja itu tidak kunjung kembali. Apa dia benar akan menepati janjinya untuk kembali. Apa aku harus menyerah dan menerima perjodohan itu.

“oppa, gwaenchana?”

“entahlah Minna, oppa tidak tahu. Oppa bingun dengan ini semua, sudah 3bulan tapi dia belum kunjung kembali juga. Apa dia benar-benar akan kembali?”

“oppa, mian sebelumnya. Ada yang ingin ku sampaikan pada oppa”

“apa itu?”

“lebih baik oppa menerima perjodohan itu dengan Kristal eonni dari pada menunggu Jae Rin eonni kembali”

“apa maksud mu?”

“sudah sejak 3bulan yang lalu Jae Rin eonni koma. Kondisi eonni sudah semakin parah, cepat atau lambat eonni akan pergi meninggalkan ku dan oppa untuk selamanya”

“koma? Sejak 3bulan yang lalu? Kenapa kau baru memberitahukan ku sekarang?”

“aku baru tahu 3hari yang lalu oppa. Appa yang memberitahukan ku kondisi eonni, dan appa juga memberikan ini untuk mu oppa”

“apa ini?”

“surat dari Jae Rin eonni sebelum eonni koma”

To : Siwon oppa

            Jika oppa menerima surat ini, maka aku sudah dalam keadaan yang terburuk dan hanya tinggal menunggu waktu. Mianhae oppa, aku tidak bisa menepati janji ku pada mu untuk kembali dalam waktu 3bulan ini. Kondisi ku semakin lama semakin memburuk. Oppa, aku mencintai mu, sangat-sangat mencintai mu sejak pertemuan pertama kita di taman. Tapi oppa, aku sadar jika aku bukanlah yeoja yang baik untuk oppa. Kudengar dari Minna jika oppa akan di jodohkan dengan yeoja pilihan halmaeoni oppa, lebih baik oppa terima perjodohan itu dari pada menunggu yeoja sakit-sakitan seperti aku. Ku mohon oppa berbahagialah dengan yeoja pilihan halmaeoni, jika oppa bahagia aku akan ikut bahagia. Oppa, jika oppa menikah dengan yeoja pilihan halmaeoni aku akan tetap menganggap mu sebagai oppa ku dan Minna sebagai dongsaeng ku. Walau harapan ku untuk hidup sangat tipis, tapi aku percaya pada keajaiban Tuhan. Jika suatu saat nanti aku kembali, kuharap aku melihat oppa bahagia dengan anae oppa. Jeongmal mianhae oppa.

                                                                                                                                    Kim Jae Rin

Jae Rin-ah, kuharap kau baik-baik saja dan segera kembali ke Korea. Aku akan melakukan semua permintaan mu, aku juga minta kau bahagia dengan kehidupanmu nanti. Jika kau selamat dan akan menikah, aku akan bahagia jika itu bisa membuat mu tersenyum.

“oppa. aku takut jika eonni benar-benar meninggal”

“sekarang doakanlah eonni mu itu, agar dia sehat seperti sedia kala. Doakan agar eonni mu itu bisa melihat kau menikah dengan Taemin, melihat ku menikah. Aku yakin Jae Rin adalah yeoja yang kuat”

“ne oppa”

“kajja temani oppa menemui halmaeoni”

“untuk apa oppa?”

“oppa akan menerima perjodohan itu. Oppa melakukannya karena Jae Rin yang meminta, aku ingin dia bisa bahagia”

“baiklah oppa”

Jae Rin, aku melakukan ini semua demi kau. Demi kebahagian kita berdua. Aku harap kau bisa tetap hidup sampai kita semua menjadi seorang kakek dan nenek, memiliki kehidupan yang bahagia. Dan aku yakin jika suatu saat kita akan berkumpul bersama, aku dan istriku, kau dan suami mu, Minna dan suaminya.

Siwon POV end

Author POV

“semua sudah siap, kita akan lakukan operasinya sekarang”

“tapi uisa, kondisi Jae Rin masih lemah. Apa itu tidak terlalu cepat?”

“ini jalan satu-satunya nyonya. Hanya dengan ini kita bisa menentukan apakah Jae Rin masih sanggup bertahan atau tidak”

“lakukan saja uisa. Apapun itu yang bisa membuat Jae Rin sembuh”

“ne tuan”

____

4 tahun kemudian

“yeobo, bagaimana keadaan mu sekarang?”

“aku lebih baik oppa. Aku sudah merasa sehat. Oppa dimana Yoogeun?”

“dia bersama eomma”

“aku ingin bertemu dengannya oppa”

“baiklah kajja kita pulang”

Author POV end

Jae Rin POV

4 tahun sudah, aku menjalani pengobatan ku. Dan kini aku dinyatakan sembuh total dan bersih dari penyakit itu. Dan aku juga sudah bahagia memiliki keluarga baru. Aku sudah menikah dengan Park Jung Soo dan memiliki buah hati bernama Park Yoogeun. Selama 4tahun ini pula aku benar-benar pergi dari kehidupan Siwon oppa, karena ini memanglah kenyatan hidup yang harus ku hadapi.

            Flashback on

            4tahun yang lalu

            “appa, boleh aku minta satu hal pada appa?”

            “apa itu Rin-ah, katakan saja. Appa pasti akan mengabulkannya”

            “tolong berikan ini pada Minna. Jika appa ke Seoul, temuilah Minna dan berikan ini padanya”

            “apa ini Rin-ah?”

            “sebenarnya ini surat untuk Siwon, tapi tolong berikan pada Minna biar Minna yang memberikannya pada Siwon”

            “baiklah akan appa berikan, sekarang kau istirahat saja ne”

            “ne appa”

            Oppa, dengan surat itu aku minta pada mu untuk berhenti menunggu ku. Kau lebih pantas dengan yeoja lain dari pada yeoja penyakitan seperti aku. Hidup ku mungkin tak akan lama lagi, hanya dengan cara ini aku bisa melupakan mu oppa. ini semua ku lakukan demi kebaikan kita berdua, aku yakin oppa pasti akan bahagia dengan yeoja pilihan halmaeoni. Dan mungkin aku juga akan bahagia dengan namja pilihan eomma, walaupun aku harus melewati masa-masa kritis ini tapi aku yakin aku akan mendapatkan sebuah keajaiban.

            “kau siap Rin-ah”

            “siap uisa, apapun hasilnya nanti aku akan menerimanya. Walaupun harus dengan kematian. Tapi uisa, boleh aku bicara sebentar dengan Leeteuk”

            “ne akan ku panggilkan”

            “uisa, bagaimana anak ku?”

            “dia ingin bertemu dengan namja bernama Leeteuk sebelum melakukan operasi ini. Apakah dia ada disini?”

            “ne uisa, aku disini”

            “Jae  Rin ingin bertemu dengan mu sebelum operasi”

            _

            “Jae Rin, wae?”

            “oppa, jika operasi ini berhasil aku mau menikah dengan mu dan menjalani kehidupan baru dengan mu tapi jika operasi ini gagal apakah oppa mau berjanji untukku?”

            “apa itu?”

            “jika operasi ini gagal, aku akan mengijinkan oppa untuk menikah dengan yeoja yang lebih baik dan lebih sehat dari pada aku. Dan satu hal lagi, aku mohon pada mu jaga Minna untukku walaupun kini di sampingnya sudah ada Siwon oppa tapi aku ingin oppa menjaganya menggantikan aku”

            “baiklah, aku janji aku akan melakukan semua keinginan mu. tapi aku yakin jika operasi ini akan berhasil. Hwaiting”

            Flashback off

Ya, setelah operasi itu aku memang mengalami koma selama 3bulan lebih bahkan bisa dikatakan aku koma hampir setahun. Saat itu uisa sudah mengatakan jika aku tidak akan bisa bertahan lama, tapi aku yakin akan sebuah keajaiban. Dan keajaiban itu akhirnya berpihak pada ku, setelah mengalami koma hampir satu tahun aku kembali sadar dan berangsur-angsur pulih dari sakit ku. 2tahun aku menjalani kehidupan baru bersama suami ku Leeteuk, dan kini kehidupan ku semakin bahagia karena aku memiliki seorang aegi tampan seperti appanya.

“yeobo, kita sudah sampai kajja turun”

“ne oppa”

Inilah rumah ku, rumah yang sudah ku tinggal selama 3 tahun terakhir. Karena penyakit ku ini memaksa kan aku untuk tetap tinggal di rumah sakit, tapi kini saat aku dinyatakan bersih dari kanker aku kembali ke rumah bertemu dengan eomma dan appa dan tentu saja anakku.

“eomma”

“Rin-ah, sudah pulang kau. Bagaimana keadaaan mu?”

“aku baik-baik saja eomma, mana Yoogeun?”

“dia bersama appa mu, temuilah dia. Dia sudah sangat merindukan mu”

“ne eomma”

___

“Yoogeun”

“eomma”

“bogoshipo eomma”

“nado Yoogeun-ah”

“mana appa?”

“appa mu sedang di depan mengambil barang-barang”

“eomma, sekalang aku belmain-main dengan halaboji”

“ne sayang, ya sudah eomma ke depan membantu appamu. Kau disini baik-baik dengan haraboji ne”

“ne eomma”

Jae Rin POV end

Siwon POV

4tahun sudah aku berpisah dengannya, menjalani kehidupan kami masing-masing. Kabar terakhir yang kudengar tentangnya adalah saat dia menjalani operasi untuk mengangkat sel kankernya. Disaat itu pula aku melakukan pernikahan ku dengan Kristal, yeoja pilihan halmaeoni. Aku memang bahagia sekarang, tapi sungguh aku masih tidak bisa melupakan yeoja itu, yeoja yang sempat mengisi hari-hari ku selama 3hari terakhirnya di Korea.

“oppa, Minna datang”

“ne, aku turun segera”

Ya inilah kehidupan ku yang sekarang, aku menjalani kehidupan dengan istri dan anakku dan tentunya yeodongsaeng ku Minna. Kami berempat hidup sangat bahagia, walaupun Minna lebih memilih tinggal dirumah eonninya dari pada aku oppanya.

“Minna, waeyo. Tumben sekali kau kemari?”

“apa aku tak boleh menjenguk oppa dan Kristal eonni?”

“boleh-boleh saja. Tapi pasti ada sesuatu yang ingin kau bicarakan dengan ku?”

“aish, oppa selalu saja benar menjawab tebakan ku”

“baiklah kajja kita bicara di luar”

“ne oppa”

“chagi, aku dan Minna pergi ke taman ne”

“ne oppa”

@taman

“apa yang ingin kau bicarakan?”

“aku ingin memberitahukan kabar Jae Rin eonni”

“apa dia berhasil dengan operasinya?”

“ne, tadi eomma menelfon ku dan mengatakan jika Jae Rin eonni sudah dinyatakan bersih dari kanker. Dan kemungkinan eonni akan kembali ke Korea”

“dia akan kembali?”

“ne, eonni akan kembali ke sini bersama Leeteuk oppa”

“Leeteuk hyung? Apa hubungan mereka sampai-sampai mereka harus kembali ke Korea bersama?”

“apa oppa tidak diberitahu oleh Leeteuk oppa?”

“diberitahu tentang apa?”

“Jae Rin eonni dan Leeteuk oppa sudah menikah, setahun setelah eonni sadar dari koma panjangnya itu. Eonni melakukan itu karena eonni mendengar jika oppa sekarang sudah bahagia dengan Kristal eonni dan sudah memiliki Rae In”

Jadi dia menikah dengan Leeteuk hyung? Baguslah, semoga dia bahagia dengan Teuki hyung, aku percaya jika Teuki hyung akan menjaganya dengan baik.

“oppa gwaenchana? Mianhae oppa, jika karena aku memberitahukan hal ini pada oppa”

“gwaenchana Minna. Ini memang sudah jalan takdir yang harus aku lalui, walaupun dia tidak bisa ku miliki, tapi aku akan selalu menganggapnya yeodongsaeng ku. Karena dirinya aku bisa menemukan kau yeodongsaeng ku yang hilang”

“jadi aku tetap boleh menganggap Jae Rin eonni dan keluarganya sebagai keluarga ku. Termasuk eomma dan appa?”

“ne, kau tetap boleh menganggap mereka keluarga mu terutama eomma dan appa. Aku akan senang jika eomma dan appa Jae Rin juga menganggap ku sebagai anak nya”

“gomawo oppa”

“kapan rencana mereka akan kembali?”

“mungkin besok atau lusa. Ya sudah oppa, aku pulang ya. Aku mau beres-beres rumah, biar besok eomma appa, Jae Rin eonni dan Leeteuk oppa bisa segera istirahat di rumah”

“ne”

“sampaikan salam ku untuk Kristal eonni dan keponakan ku ya. Annyeong oppa”

“ne annyeong”

Kehidupan kami memang sudah berbeda. Tapi sampai kapan pun aku akan tetap menyayanginya seperti dia menyayangi Minna. Aku akan menganggapnya yeodongsaeng ku, kakak bagi Minna. Aku akan menunggu kepulangan mu Rin-ah.

Siwon POV end

Author POV

“apakah semua sudah siap?”

“ne oppa, kajja kita kembali ke Korea. Aku sudah sangat merindukan Korea dan Minna”

“ne”

“eomma, Minna itu siapa?”

“Yoogeun, kalau bertemu dengan Minna, panggil dia Minna ahjumma ne. dia adik eomma”

“ne eomma, aku sudah tidak sabal beltemu dengan Minna ahjumma”

____

“akhirnya sampai juga di Korea. Chagi kajja kita pulang”

“ne oppa”

“apa Yoogeun sudah bangun?”

“belum oppa, biarkan saja dia tidur. Aku kasian melihatnya kelelahan”

“baiklah kajja kita ke rumah”

“ne oppa”

Author POV end

Jae Rin POV

“oppa, bisa kau gendong Yoogeun dulu”

“ne”

Tok Tok

“Minna, ini eonni. Buka pintunya”

“ne eonni tunggu sebentar”

Rumah ini masih sama keadaannya seperti 4tahun yang lalu. Tidak ada yang berubah, sejak aku kembali ke Indonesia rumah ini memang sengaja aku tinggalkan untuk Minna. Jika suatu saat nanti aku kembali ke Korea, aku tidak perlu repot-repot mencari rumah baru.

“annyeong eonni. Jeongmal bogoshipo eonni”

“nado Minna-ya”

“apakah ini keponakan ku yang bernama Yoogeun?”

“ne. Kamar ku masih ada kan?”

“masih eonni, aku hanya sedikt mengubahnya agar eonni dan Leeteuk oppa bisa nyaman bersama Yoogeun”

“oppa, bawa saja Yoogeun ke kamar. Biar aku yang beres-beres barang”

“ne chagi”

“sini eonni, biar aku bantu”

“gomawo”

Keadaan rumah ini memang benar-benar tidak berubah, semuanya masih sama seperti saat aku meninggalkannya untuk pergi ke Indonesia. Minna benar-benar merawat rumah ini dengan baik.

“eonni, sebentar lagi Siwon oppa dan Krital eonni akan datang”

“mwo? Tapi kan aku belum sempat masak atau pun beres-beres”

“eonni tenang saja, semuanya sudah aku siapkan kok. Eonni tinggal menikmatinya saja”

“kau pasti lelah ya. Mianhae, aku jadi merepotkan mu”

“ani, eonni tidak pernah merepotkan aku kok. Oh ya, mana eomma dan appa?”

“eomma dan appa baru akan berangkat besok. Dan akan tinggal di apartemen”

“jadi eomma dan appa tidak tinggal dirumah?”

“ani, eomma dan appa hanya sebentar kemarinya. Karena appa masih harus berangkat ke New York untuk mengurus perusahaan yang disana”

“arraseo”

Akhirnya, setelah 4tahun berjuang melawan penyakit mengerikan itu aku bisa merasakan dinginnya Korea. Ne, aku kembali ke Korea saat musim dingin datang dan kini aku tidak akan mengalami alergi pada dingin karena semua penyakit yang ada sudah musnah dari dalam tubuh ku. Aku bisa menikmati musim dingin di sini bersama keluarga ku. Benar-benar menyenangkan.

“dimana Leeteuk oppa?”

“mungkin dia sedang di tidur atau ke balkon”

“eomma hiks hiks hiks”

“ne aegi, kenapa kau menangis?”

“appa jahat, appa malah meninggalkan ku tidul hiks hiks”

“kekekeke, Yoogeun-ah, appa lelah. Jadinya appa tidur bersama Yoogeun”

“eomma siapa dia?”

“ini Minna ahjumma sayang, ayo berikan salam pada ahjumma”

“annyeong ahjumma”

“annyeong, jadi ini Park Yoogeun. Aigo kyeopta, eonni benar ini anak mu?”

“ne, memang kenapa?”

“sama sekali tidak mirip dengan mu, dia lebih mirip Leeteuk oppa dari pada kau eonni”

“semua yang ada di diri Leeteuk oppa memang menurun padanya. Aku jadi benar-benar iri pada Leeteuk oppa, bahkan Yoogeun lebih dekat dengan appanya dari pada aku eommanya. Ya sudah, Yoogeun bermain dengan ahjumma dulu ne. eomma mau membersihkan badan dulu”

“ne eomma”

Jae Rin POV end

Siwon POV

“chagi, sudah beres kah. Kajja kita ke rumah Jae Rin”

“ne oppa”

Akhirnya setelah sekian lama berpisah, aku bisa bertemu dengannya lagi. Walaupun status kami sudah berbeda, tapi dia tetap adikku yang kurindukan.

“appa, Jae Rin ahjumma itu siapa sih?”

“Jae Rin ahjumma itu yeodongsaeng appa, Rae-ya”

“lalu Minna ahjumma?”

“Minna ahjumma juga yeodongsaeng appa”

“jadi aku punya dua ahjumma dan dua ahjussi dong appa?”

“ne, dan kau akan bertemu dengan dongsaeng mu?”

“dongsaeng?”

“ne, Jae Rin ahjumma sudah memiliki anak. Dan umur kalian itu berbeda 3tahun, jadi anak dari Jae Rin ahjumma itu dongsaeng mu”

“namja atau yeoja appa?”

“setau appa, namja”

“kajja oppa, nanti Minna dan Jae Rin eonni menunggu terlalu lama”

“ne kajja”

Rin-ah, selamat datang kembali ke Korea. Walaupun kini kau sudah memiliki suami, aku akan selalu menganggap mu yeodongsaeng ku sampai kapan pun itu, rasa cinta yang dulu pernah ada kini sudah berubah Rin-ah. Rasa cinta itu kini menjadi rasa sayang seorang oppa kepada yeodongsaengnya, bukan lagi rasa sayang antara seorang namja dan yeoja.

Tok tok

“ne sebentar”

“annyeong Rin-ah”

“a..annyeong oppa”

“annyeong ahjumma”

“annyeong. Siapa nama mu yeoja cantik?”

“Choi Rae In”

“Rae-ya”

“Minna ahjumma, bogoshipo. Eh, siapa namja yang ahjumma gendong itu”

“ini Yoogeun, Park Yoogeun aegiya Jae Rin ahjumma”

“annyeong eonni”

“annyeong”

“Rin-ah kenalkan ini Kristal, dia anae ku. Dia lebih muda dari mu jadi dia memanggil mu seperti itu”

“gwaenchana, masuklah. Leeteuk oppa sudah menunggu didalam”

“kalian masuk lah dulu. Ada yang ingin kubicarakan berdua dengan Jae Rin”

“ne oppa”

“anggaplah rumah sendiri Kristal-ah”

“ne eonni”

Dia benar-benar sudah berubah, badannya jauh lebih kecil dari pada yang dulu.

“ada  apa oppa?”

“kau berubah Rin-ah. Apa ini efek pengobatan mu selama ini?”

“ne oppa. inilah segala efek dari pengobatan ku, badan ku jauh lebih kurus dibandingkan yang dulu”

“tapi kau tetap terlihat cantik”

“oppa ingat kau sudah punya anak dan istri”

“ah ne. bagaimana kabar mu?”

“kabar ku yang bagaimana oppa?”

“kabar mu yang sekarang?”

“kabar ku sangat-sangat baik oppa. kabar oppa sendiri bagaimana?”

“seperti yang kau lihat sekarang”

Aku yakin kau pasti bahagia dengan kehidupan mu yang sekarang Rin-ah. Aku harap selamanya aku melihat mu seperti ini. Melihat mu bahagia sudah membuat hati ku lega, walaupun kau dan aku tidak bersama tapi aku yakin dengan melihat mu bahagia seperti ini maka aku juga akan bahagia dengan kehidupan ku sekarang.

Siwon POV end

Jae Rin POV

Oppa, aku yakin sekarang hidup mu jauh lebih bahagia kan. Aku tau itu, jika dulu kau tetap menunggu ku mungkin bukan kebahagian yang akan kau dapatkan. Tapi aku senang bisa melihat senyum mu lagi oppa, senyum kebahagian yang memang seharusnya ada di wajahmu. Walaupun kau dan aku bertemu lagi, tapi keadaan kita sudah berbeda oppa. kau bahagia dengan kehidupan mu, aku juga bahagia dengan kehidupan ku sekarang. Kini kita sama-sama sudah memiliki kebahagian masing-masing, tapi aku akan tetap menganggap mu sebagai oppa ku dan Minna sebagai yeodongsaeng ku. Kalian adalah keluarga ku.

“yeobo, Woonie-ah cepat masuk. Udara di luar sangat lah dingin”

“ne oppa. kajja oppa kita masuk”

“ne kajja”

Segala perjuangan ku selama ini akhirnya berkahir dengan bahagia. Aku benar-benar berterima kasih pada Tuhan karena sudah mempercayakan aku menghirup udara dan mendapatkan kebahagian di kehidupan ku yang ke dua ini. Aku bahagia karena menemukan suami yang baik seperti Leeteuk oppa, bahagia karena memiliki dongsaeng seperti Minna, dan bahagia karena memiliki oppa seperti Siwon. Tuhan, semoga kebahagian yang kau berikan ini akan selalu menyertai ku dan keluarga ku. Kebahagian yang sempat tertunda ini akan selalu menjadi kebahagian yang menyertai kehidupan kedua ku.

The end

3 thoughts on “Our Happines

  1. Ahh si taemin nyempill ​”̮˚°◦ώκωķ(∩_∩)◦°˚”̮…
    Bagus ffnya eonn tapi sedih si jaerin gk sama siwon (⌣́_⌣̀)
    Yahh gpp deh yang penting happy end \(ˆ▽ˆ)/

    Nunggu ff yang lain yaa Hwaitingg (ง’̀⌣’́)ง

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s